Langsung ke konten utama

SATE KERBAU KUDUS



Hasil gambar untuk sate kerbau
Sate kerbau, begitulah namanya. Kuliner sate kerbau ini berbeda dengan sate pada umumnya yang menggunaakan bahan daging sapi, kambing atau ayam. Sate khas Kudus ini menggunakan daging kerbau sebagai bahan dasarnya. Alasan penggunaan daging kerbau pada sate kerbau ini sama dengan soto Kudus, yakni pada zaman dahulu  Sunan Kudus melarang menyembelih dan mengkonsumsi sapi untuk menghormati pemeluk agama Hindu di Kudus.

Kuliner khas Kudus satu ini mempunyai cita rasa yang tinggi dan menjadi kuliner favorit masyarakat Kota Kudus. Bahkan, sekarang penikmatnya pun ada dari luar Kota Kudus. Tekstur daging kerbau memang terkenal lebih kasar dan rasanya sedikit lebih liat. Ini karena kerbau banyak memakai ototnya untuk bekerja dibandingkan sapi. Karena itu daging sapi jauh lebih disukai dibandingkan daging kerbau. Ternyata di sate kerbau ini anda bisa menemukan olahan daging kerbau yang lebih enak dari sapi.

Pembuatan sate kerbau ini sangat unik. Biasanya sate terbuat dari daging mentah yang langsung dibakar, tetapi sate kerbau memiliki cara yang berbeda. Daging kerbau sebelumnya dicincang terlebih dahulu. Kemudian potongan daging kerbau tersebut dimemarkan dengan cara dipukul-pukul, kemudian dibumbui dan dimasak terlebih dahulu. Setelah itu baru ditusuk dan dibakar.Waktu pembakarannya pun tidak terlalu lama, untuk menjaga supaya daging tidak menjadi keras.

Bumbu dari sate ini juga unik. Sate kerbau memakai bumbu kacang seperti sate ayam, tetapi lebih encer. Bumbunya terbuat dari campuran kacang tanah, serundeng, bawang merah, bawang putih, dan kentang yang dihaluskan.
Di Kota Kudus, banyak sekali tersebar penjual sate kerbau ini. Beberapa penjual sate kerbau yang paling terkenal di Kudus adalah sate kerbau Pak Min Jastro Nusantara yang berlokasi di Ruko KH Agus Salim Kudus,  Sate kerbau 57 berlokasikan di Jl. Kutilang (gang 1) Kudus,  dan masih banyak lagi.  Harga satu porsi sate kerbau ini bervariasi, mulai dari Rp 17.ooo/porsi sampai Rp 40.000/porsi. Namun, jangan khawatir rasa dari kuliner khas Kudus satu ini sebanding dengan harga yang ditawarkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LENTOG TANJUNG

The story Lentog tanjung, kuliner pagi khas kota kudus ini membuat saya selalu ingin kembali ke kota ini. Lentog yang berarti lontong, yakni makanan berupa beras yang sudah di aron lalu dibungkus dengan daun pisang kemudian di kukus untuk proses pematangan. Jika lontong lazimnya berukuran kecil berbeda halnya dengan lentog, lentog yang digunakan untuk lentog tanjung ini berukuran lebih besar tepatnya sebesar paha orang dewasa. Tanjung merupakan salah satu daerah di kota kudus, tepatnya desa tanjungsari kecamatan jati, kabupaten kudus, jawa tengah. Dari sinilah kuliner lentog tanjung ini mulai ada, karena memang dahulu kala penjualnya berasal dari desa tanjung. Pada awalnya lentog tanjung ini hanya dijual di hari minggu atau hari libur saja untuk menu sarapan warga sekitar, dan hanya ada di daerah tanjung. Namun kini lentog tanjung sudah tersebar ramai di penjuru kota kudus dan menjadi icon kuliner kota kudus selain soto. The place Jika kalian singgah di kota...

Ayam Gongso Kudus

Jangan salah paham. Gongso itu bukan berarti gosong, atau terlalu lama memasak dan dibakar api. Dalam bahasan jawa, gongso artinya adalah tumisan. Ayam gongso ini merupakan tumisan ayam dengan bumbu kecap. Citarasanya tentu saja manis, gurih, dan pedas. Penganan sederhana dengan rasa istimewa ini terasa lebih mantap lagi saat disantap bersama nasi goreng. Sumber : http://kulinerdikudus.blogspot.co.id/2016/09/ayam-gongso-ayam-gongso.html

WEDANG CORO MINUMAN NIKMAT KHAS KUDUS

KUDUS  - Mendengar kata coro pasti terpikir sesosok hewan purba yang mengerikan, jorok dan bisa terbang kemana-mana.  I hate it (coro), for sure . Tapi bukan itu, dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan mahluk tersebut. Pelafalan “CORO” dalam minuman tersebut sebenarya  adalah “CARA” dalam bahasa jawa, bukan CORO alias kecoak. Jadi penulisan yang benar adalah “Wedang Cara” dengan makna filosofi sebuah minuman yang disajikan dengan cara khusus. Tidak seperti minuman sejenisnya, sebut saja Bir Pletok, Wedang Ronde atau Wedang Uwuh, minuman tradisional ini tidak begitu familiar untuk sebagian besar orang.  ‘Wedang Coro’ adalah minuman hangat yang sangat khas di Kabupaten Pati.  Saya sering ketemu ini minuman tapi nggak tahu namanya, meski  orang-orang Pati sangat akrab dengan minuman yang wajib diminum saat musim hujan. dulu waktu kecil saya sering minum wedang ini tapi tanpa santan, rasanya legit anget anget gimana gitu. aromanya khas cengke...