Langsung ke konten utama

PECEL PAKIS COLO KULINER KHAS KUDUS



Gambar terkait
Kuliner Kudus yang paling hits adalah soto. Namun, masih banyak lagi kuliner lezat di Kudus yang melegenda. Seperti Pecel Pakis yang tentu saja berbeda dengan pecel Jawa Timuran. Wah, lalu seperti apa sih kelezatan pecel pakis yang dapat ditemui di warung Pecel Pakis & Ayam Bakar Mbok Yanah? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Jika biasanya sajian pecel terdiri dari sayur kangkung, kacang panjang, daun singkong, tauge hingga kemangi. Namun, berbeda lagi dengan pecel khas daerah Colo, Kudus ini. Sesuai dengan namanya, kuliner di sini menggunakan campuran tumbuhan baku berupa pakis. Kendati berbeda dengan lainnya, kuliner khas lereng Muria ini populer banget di Kudus, bahkan di kota-kota se Jawa Tengah. Bagaimana tidak, rasanya nendang dan bikin ketagihan. Belum pernah coba kan?
Kedai Pecel Pakis & Ayam Bakar Mbok Yanah yang populer di kalangan pecinta kuliner sendiri terletak di Jl. Pesanggrahan No.193, Colo, Kudus. Selain cita rasanya yang unik, kepopuleran kedai ini karena sudah berdiri sejak tahun 1974. Meski usianya sudah mencapai puluhan tahun, rasa nendang dari pecelnya tak pernah berubah. Bahkan racikan dari ibu Sulyati yang merupakan generasi ketiga dari warung ini tak berubah seperti racikan ibunya dan neneknya, Yanah dan Aminah.
Pecel memiliki daya tarik sendiri di mata pecinta kuliner. Kendati sederhana, banyak yang jatuh cinta kepadanya. Untuk mempertahankan hal tersebut, Warung Mbok Yanah terus memberikan inovasi agar menunya bervariasi. Dalam satu porsi pecel, biasanya mereka menawarkan menu tambahan mulai dari tempe hingga telur. Saat ini, mereka juga menjual ayam bakar yang rasanya juga tak nendang. Nah, liburan ke Kudus, wajib mampir ke kedai satu ini nih!

Sumber : https://travelingyuk.com/pecel-pakis-kudus/56002/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LENTOG TANJUNG

The story Lentog tanjung, kuliner pagi khas kota kudus ini membuat saya selalu ingin kembali ke kota ini. Lentog yang berarti lontong, yakni makanan berupa beras yang sudah di aron lalu dibungkus dengan daun pisang kemudian di kukus untuk proses pematangan. Jika lontong lazimnya berukuran kecil berbeda halnya dengan lentog, lentog yang digunakan untuk lentog tanjung ini berukuran lebih besar tepatnya sebesar paha orang dewasa. Tanjung merupakan salah satu daerah di kota kudus, tepatnya desa tanjungsari kecamatan jati, kabupaten kudus, jawa tengah. Dari sinilah kuliner lentog tanjung ini mulai ada, karena memang dahulu kala penjualnya berasal dari desa tanjung. Pada awalnya lentog tanjung ini hanya dijual di hari minggu atau hari libur saja untuk menu sarapan warga sekitar, dan hanya ada di daerah tanjung. Namun kini lentog tanjung sudah tersebar ramai di penjuru kota kudus dan menjadi icon kuliner kota kudus selain soto. The place Jika kalian singgah di kota...

Ayam Gongso Kudus

Jangan salah paham. Gongso itu bukan berarti gosong, atau terlalu lama memasak dan dibakar api. Dalam bahasan jawa, gongso artinya adalah tumisan. Ayam gongso ini merupakan tumisan ayam dengan bumbu kecap. Citarasanya tentu saja manis, gurih, dan pedas. Penganan sederhana dengan rasa istimewa ini terasa lebih mantap lagi saat disantap bersama nasi goreng. Sumber : http://kulinerdikudus.blogspot.co.id/2016/09/ayam-gongso-ayam-gongso.html

WEDANG CORO MINUMAN NIKMAT KHAS KUDUS

KUDUS  - Mendengar kata coro pasti terpikir sesosok hewan purba yang mengerikan, jorok dan bisa terbang kemana-mana.  I hate it (coro), for sure . Tapi bukan itu, dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan mahluk tersebut. Pelafalan “CORO” dalam minuman tersebut sebenarya  adalah “CARA” dalam bahasa jawa, bukan CORO alias kecoak. Jadi penulisan yang benar adalah “Wedang Cara” dengan makna filosofi sebuah minuman yang disajikan dengan cara khusus. Tidak seperti minuman sejenisnya, sebut saja Bir Pletok, Wedang Ronde atau Wedang Uwuh, minuman tradisional ini tidak begitu familiar untuk sebagian besar orang.  ‘Wedang Coro’ adalah minuman hangat yang sangat khas di Kabupaten Pati.  Saya sering ketemu ini minuman tapi nggak tahu namanya, meski  orang-orang Pati sangat akrab dengan minuman yang wajib diminum saat musim hujan. dulu waktu kecil saya sering minum wedang ini tapi tanpa santan, rasanya legit anget anget gimana gitu. aromanya khas cengke...