
Anda
tentunya sudah sangat familiar dengan opor ayam atau ayam panggang, tapi apa
jadinya jika kedua jenis masakan tersebut dikolaborasikan? Di Kudus, anda akan
bisa menemukan kuliner unik yang merupakan hasil gabungan dari keduanya. Opor
ayam panggang atau opor ayam bakar, begitulah masyarakat setempat menyebut
masakan yang konon sudah ada sejak zaman Sunan Kudus (abad ke-15) tersebut.
Proses
pembuatan hidangan unik ini memang agak panjang karena melalui beberapa proses
pemasakan. Pertama-tama satu ekor ayam kampung utuh dibersihkan dari bulunya,
kemudian jeroannya dikeluarkan. Racikan bumbu halus dimasukkan ke dalam bagian
ayam, setelah itu ayam dikukus hingga matang. Proses ini akan membuat bumbu
lebih merasuk ke dalam dagin ayam. Begitu sudah matang, bumbu dalam perut ayam
tadi dikeluarkan dan dimasak menjadi kuah opor dengan menambahkan santan
kental. Sementara itu, ayam lanjut dibakar/dipanggang hingga bagian luarnya
sedikit gosong. Pembakaran ini juga berfungsi untuk mendapatkan aroma daging
asap yang sedap. Bumbu-bumbu yang digunakan antara lain jinten, ketumbar,
kunyit, kemiri, merica, bawang merah, bawang putih, daun jeruk nipis, pala, dan
cabai.
Penyajiannya sederhana, tetapi penampilannya menggoda.
Siapkan nasi atau lontong di dalam piring, tambahkan daging ayam panggang yang
telah dipotong kecil-kecil di atasnya, kemudian siram dengan kuah opor yang
gurih. Biasanya disertakan pula lauk ekstra seperti sambal goreng tahu dan
serundeng. Agar terasa lebih “nendang”, kuah opor bisa ditambahkan agak banyak
hingga terlihat menggenangi piring. Nuansa tradisional opor ayam panggang ini
makin terasa ketika disajikan dengan alas daun pisang dan disantap
menggunakan suru (sendok dari selembar daun pisang yang
dilipat).
Salah satu tempat di Kudus yang cukup kondang dengan
olahan Opor Ayam Panggang-nya adalah warung Pak Suroso. Pak Suroso meneruskan
usaha orang tuanya yang sudah mulai sejak tahun 1960-an. Opor ayam panggang ala
Suroso ini juga sering disebut opor panggang sunggingan (nama sebuah daerah di
Kudus). Lokasi warungnya ada di Jl. Niti Semito No. 9, Desa Ploso, Kudus.
Tempat ini menjadi salah satu tempat sarapan favorit warga setempat. Jika ingin
mencoba, jangan datang terlalu siang. Lewat dari jam 10 pagi saja, anda bisa
terancam tidak kebagian opor ayam panggang nan menggugah selera.
Buka: 06.00
WIB – siang
Sumber :
Komentar
Posting Komentar